Sungguh Allah telah memudahkan kita ‘mengidentifikasi’ keberadaan-Nya melalui apa yang tertera pada lukisan semesta di depan mata kita. Maka, aneka hikmah yang ada dalam kehidupan ini pun tidak melulu bisa kita raup dari sesama manusia semata. Bukankah telah kita ketahui bahwa makhluk-makhluk yang bertasbih kepada Sang Khalik pun bukan manusia (shalih) saja. Bermacam makhluk yang Allah ciptakan, memiliki cara tersendiri menafakuri Kebesaran Sang Pencipta yang ada pada dirinya. Mereka, dengan keunikan sendiri-sendiri, pun telah menjadikan dirinya wasilah bagi makhluk bernama manusia untuk bertafakkur kepada Rabbnya. Teranglah, bahwa di bumi tempat kaki berpijak, terdapat tanda-tanda kebesaran Yang Maha Pencipta.
Tumbuhan sundew asal Afrika Selatan, contohnya. Ia menjadi wasilah bagi kita manusia menekuri hasil Karya Sang Pencipta atas dirinya. Bagaimana tumbuhan sundey itu?
Seperti difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla dalam Alqur’an surat Huud, 11 : 6 bahwa "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata." Maka demikian juga apa yang terjadi pada tumbuhan sundew yang dengan uniknya, berusaha ‘menjemput’ rezeki dengan cara seperti apa yang telah Dititahkan-Nya kepadanya.
Sundew tumbuh di tanah yang tandus dan bahkan dapat hidup di areal semi-gurun pasir sekalipun. Keunikannya, ia diciptakan dengan kemampuan berburu mangsa yang sangat menarik, yang memungkinkan tumbuhan ini mendapatkan sari makanan yang tidak mungkin didapatnya dari tanah dengan cara lain. Daun-daun tumbuhan Sundew yang berbentuk seperti batang pipih yang memanjang, dipenuhi dengan rambut merah panjang. Ujung rambut-rambutnya dilapisi oleh cairan yang sangat kental dengan bau khas yang menarik perhatian serangga _mangsa bagi tumbuhan ini.



